ARTIKEL PENUNJANG BioSugih® TERNAK
©PT SUGIH CIPTA SANTOSA, 2004

Mengobati Tetelo Pada Ayam

Tetelo seringkali muncul secara mendadak pada musim penghujan dan pancaroba. Kematian dan kerugian yang ditimbulkannya tidak sedikit. Kebanyakan menjangkiti ayam kampung yang dipelihara secara lepas bebas dan belum divaksin. Serangan tetelo kepada ayam yang telah divaksin pun sebenarnya ada, namun tampaknya hanya sedikit yang terpengaruh.
Sebagian ayam besar ayam yang terserang tetelo adalah ayam kampung karena biasanya mereka tidak mendapatkan vaksin. Namun yang dapat menimbulkan kerugian yang lebih besar adalah apabila ayam yang terserang adalah ayam yang punya nilai jual tinggi, seperti ayam bekisar dan ayam jago aduan. Apalagi bila ayam tersebut adalah ayam kesayangan yang tidak bisa dinilai dengan uang.

Gejala serangan
Ayam yang terkena penyakit gejalanya ada yang tampak mengantuk, kepala tertunduk. Baru mau bangun atau bergerak kalau ada bunyi atau gerakan yang tiba-tiba (reaksi terkejut dan terpaksa). Pial dan jengger membiru. Bulu kusam. Nafsu makan terganggu, dan cepat sekali menjadi kurus. Tinja pada permulaan penyakit berwarna putih seperti kapur dan padat, lambat laun menjadi encer dan hijau.
Gejala lainnya diantaranya seperti menderita gejala penyakit saraf, yaitu kehilangan keseimbangan dalam berjalan, memutar-mutarkan kepala, berjalan berkeliling-keliling, berjalan mundur, kepala tergeletak, lumpuh, dll. Dari sekian ayam banyak yang tak lama kemudian mati, namun ada juga yang tiba-tiba sembuh sendiri setelah dipaksa diberi makan. Ayam muda yang menderita gejala penyakit ini kebanyakan mati.
Mata mengantuk dan berak kapur padat kemudian berubah menjadi encer kehijauan yangterjadi pada ayam ini biasa disebut sebagai tetelo. Sedangkan istilah resminya adalah NCD singkatan dari New Cattle Desease.

Bagaimana mengatasinya?
Kematian ayam kapung akibat terkena tetelo amat tinggi, mencapai 80-100% pada ayam muda. Dan penyakit ini mudah sekali menular pada ayang yang sehat. Untuk mengobati dan mengatasinya diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Pisahkan ayam yang sakit dari ayam lain yang sehat.
Segera berikan dua sendok BioSugih® Ternak pada 4 liter air minumnya. Ayam yang sehat segera divaksin bila memungkinkan. Kandang dan peralatannya segera dibersihkan dengan disinfektan dan kapur, atau bisa juga dengan cara mencuci peralatan dan menyemprot seluruh kandang dengan larutan BioSugih® diatas.
2. Untuk menolong ayam yang terjangkit mau tidak mau harus dibantu makan dan minumnya. Gunakan selalu larutan BioSugih® diatas untuk diberikan sebagai air minum. Ayam yang telah terserang tetelo dengan parah mempunyai resiko kematian yang lebih besar, jadi sebaiknya perhatian diberikan kepada ayam yang lebih sehat. Pemakaian BioSugih® selain meningkatkan daya tahan dan membantu melancarkan pencernaan, namun juga bersifat pengobatan karena kandungan anti penyakit ternak di dalam BioSugih® memerangi sumber penyakit tetelo di dalam tubuh ayam tersebut. Bila ayam yang terlanjur terjangkit cukup banyak (lebih dari 20 ekor), ayam penderita sebaiknya dimusnahkan dengan cara dibakar.
3. Ayam penderita yang berhasil sembuh akan menjadi kebal dan tidak akan terserang penyakit itu lagi. Namun si ayam bisa menjadi vektor penyakit dan menyebarkan penyakit ke ayam lainnya, penyebarannya biasanya melalui tinja. Sehingga pemberian BioSugih® ternak masih perlu diberikan, namun dengan dosis setengah dari yang di atas, yaitu cukup satu sendok BioSugih® dicampur 4 liter air.

Upaya Pencegahannya
Mencegah adalah lebih baik daripada mengobati. Upaya ini bisa dilakukan dengan memelihara ayam dalam kandang terbatas, jangan memasukkan ayam luar sebelum dikarantina atau divaksin dan dipastikan tidak membawa sumber penyakit. Menjaga kebersihan kandang dan melakukan pemeliharaan yang baik. BioSugih® tidak hanya meningkatkan kemampuan pencernaan dan daya tahan ternak, namun juga mampu memerangi sumber penyakit yang telah menetap di dalam tubuh. Pemberian BioSugih® yang paling mudah adalah digunakan sebagai campuran air minum dengan perbandingan satu sendok dicampur dengan empat liter air bersih.
Pemberian vaksin tetap disarankan namun bukan keharusan.

BioSugih® mampu mengatasi berbagai penyakit pada ayam yang bersumber dari virus dan bakteri, seperti tetelo, cacar unggas, gumboro, dll. Bahkan menurut sebuah penelitian independen di sebuah perguruan tinggi di Indonesia yang dilakukan pada tahun 2002, terbukti bahwa formula BioSugih® terbukti mampu memberikan daya tahan kepada ayam dari serangan flu burung.