Artikel BioSugih® TANI

BioSugih®
TANI

Lestarikan sumber daya alam dengan menghidupkan mikroorganisme bermanfaat di dalam tanah

Penanaman yang yang terus menerus dengan cepat akan mengakibatkan memiskinkan kandungan bahan organik tanah. Karena zat organik merupakan sumber dari gudang unsur hara tanaman, maka kandungan bahan organik tanah yang cukup sebaiknya selalu tersedia untuk mempertahankan kesuburan tanah.

Zat organik di dalam tanah merupakan sumber makanan dan energi bagi mikro organisme. Pada penguraian oleh mikro organisme ini, senyawa kompleks dirubah menjadi senyawa sederhana dan unsur-unsur bebas. Tanpa adanya mikro organisme di dalam tanah, unsur-unsur hara tanaman dalam bahan organik tetap berada dalam bentuk tak tersedia bagi tanaman.

Tanaman sebagaimana manusia atau hewan, untuk pertumbuhannya yang sehat dan produksi tinggi, membutuhkan unsur-unsur hara dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Bila salah satu atau beberapa unsur hara tidak berada dalam jumlah yang cukup, maka dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman yang tidak normal dan hasil produktifitas tanaman yang tidak optimal.

Para ahli bioteknologi berusaha terus menerus untuk selalu memperbaiki organisme bersel banyak atapun tunggal agar dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan-tujuan tertentu.

Sebuah fakta bahwa China adalah salah satu negara dengan luas pertanian terbesar di dunia, ternyata bahwa China menggunakan subuah produk bio teknologi dari Indonesia dan berhasil mengembangkan secara besar-besaran produksi buah-buahan dan padi. BIOSUGIH® diproduksi dari bahan-bahan organik dan mengandung asam amino, nutrisi mineral dan zat-zat pengaktif. Efesiensi yang sangat tinggi dan ramah lingkungan. Produk ini berasal dari Indonesia dan diekspor dalam bentuk ekstrak ke China dan telah diregistrasi oleh Kementrian Pertanian China dan mendapat lisensi: Nongfei, Linzi No. 164, dan diedarkan dengan merk dagang di sana dan dari China kemudian diekspor ke Mongolia, Vietnam, Filifina, Malaysia, Thailand, Amerika Serikat dan Australia. Penggunaan BIOSUGIH® secara meluas telah digunakan di China dan Asia Timur dengan hasil yang benar-benar menakjubkan.

Keunggulan komposisi BioSugih®® :

1. Kaya akan nutrisi dan unsur hara
BIOSUGIH® dibuat dari 100% bahan organik, sehingga mengandung 17 asam amino, unsur seperti N, P, K, Ca, Mg, Mn, Zn, B, Fe, Mo, Co, I, Cu, Cr, dan S. BIOSUGIH® juga mengandung zat pengatur tumbuh (ZPT) sepertin Gibbrellin, Zeatin dan IAA dan mikroba positif seperti Azobacter, Azospirilium, Rhizobium, Mychoriza, Aspergillus, Lactobacillus, dan Saccarimyzes.

2. Menyuburkan tanah
Menggunakan BIOSUGIH® dapat mempercepat pertumbuhan akar dan mikroorganisme positif, meningkatkan enzim pengaktif di dalam tanah, membongkar nutrisi-nutrisi yang terdeposit di dalam tanah sehingga menjadi unsure hara yang mudah diserap oleh tanaman, sehingga meningkatkan kandungan unsur hara dan kesuburan tanah, dan mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia 20 - 50 %.

3. Mempercepat pertumbuhan akar sehingga memperkuat tanaman dan pohon
Penggunaan BIOSUGIH® dapat meningkatkan pertumbuhan akar, sehingga memperbesar penyerapan melalui akar dan daun melalui penyemprotan. Meningkatkan penyebaran nutrisi untuk buah-buahan, meningkatkan metabolisme tumbuhan, meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan daun, bunga, dan buah sehingga secara signifikan meningkatkan produksi. Untuk pohon-pohonan dapat terjaga dari bencana terutama banjir.

4. Meningkatkan produksi dan kualitas hasil
Penggunaan BIOSUGIH® dapat meningkatkan penyerapan dan penyebaran nutrisi, memperkuat fotosintesis, menaikan pertumbuhan dan perkembangan, menambah jumlah dan ukuran buah, sehingga secara signifikan meningkatkan produktifitas buah-buahan.

MANFAAT BIOSUGIH® TANI

Berdasarkan uji laboratorium dan lapangan, manfaat BIOSUGIH® adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan produktifitas hasil pertanian sebanyak 2 - 3 kali lipat.
  • Memberantas secara alami hama ulat pada tanaman dan pohon-pohonan dan merupakan satu-satunya predator ulat yang ditemukan di Indonesia.
  • Memberantas hama Phytoptora pada jamur dan kentang.
  • Meningkatkan produksi kacang kedelai dari 40 polong menjadi rata-rata 144 polong per tanaman.
  • Memberantas penyakit CVPD pada jeruk.