Pemupukan BioSugih®  pada Kelapa Sawit

 

 

Pemupukan BioSugih pada sawit  dosisnya disesuaikan dengan umur tanaman sawit.

 

Pada fase pembibitan awal (sampai usia 16 bulan).

Caranya dengan penyiraman/penyemprotan bibit dalam polybag secukupnya setiap seminggu sekali dengan dosis 2ml BioSugih®/ liter air  atau 1 liter BioSugih®dalam 500 liter air.

 

Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) (umur 16-30 bulan) (1 Ha ~ 140 pokok)

Pemberian larutan BioSugih® dengan pengenceran  1 liter BioSugih® dalam 200L air.

Siramkan pada sekitar pangkal batang dibawah tajuk, sebanyak ±2-3 liter larutan, ulangi setiap 3-4 bulan sekali. Pada tahap ini untuk sekali aplikasi, BioSugih®  yang dibutuhkan sebanyak 2 liter/Ha.

 

Tanaman sudah Menghasilkan (TM)

Pupuk akan diserap oleh akar jika penempatannya sesuai. Sebagai gambaran, pupuk akan diserap oleh akar melalui tudung akar. Tidak semua bagian akar bisa menyerap hara secara maksimal. Akar-akar muda akan menyerap pupuk secara maksimal. Panjang dan dan penyebaran akar biasanya akan berkorelasi positif dengan ukuran tanaman. Jika tanaman semakin besar, perakarannya juga semakain panjang dan menyebar jauh dari tanaman. Biasanya penyebaran akar tidak jauh berbeda dengan lebar tajuk tanaman. Oleh karena itu, untuk  penyerapan pupuk BioSugih® yang optimal, sebaiknya pupuk disiramkan pada diameter di bawah tajuk terjauh. Caranya dengan menggali tanah sedalam 10-20 cm di empat penjuru pohon atau dibuat mengelilingi tanaman. Siramkan larutan BioSugih dan tutup kembali dengan tanah galian. Dosis : 125 ml BioSugih® per pokok tanaman (dengan di encerkan sebanyak ± 20 Liter air). Untuk lahan yang susah mendapatkan air, berikan 125 ml BioSugih® lalu diaduk dengan sedikit tanah kemudian benamkan ke dalam  4 lubang di bawah tajuk tersebut. Berikan per 3-4 bulan sekali. Untuk sekali aplikasi, BioSugih yang dibutuhkan sebanyak  ± 17 liter/Ha.

 

Yang perlu diperhatikan dalam budidaya sawit adalah menjaga kesatabian pH tanah agar selalu pada kondisi di atas 5,2. Pada lahan gambut yang asam, zat alumunium dalam tanah dapat menjadi racun pada akar sawit, akibatnya pohon sawit menjadi lemah  karena tidak dapat menyerap zat hara dari dalam tanah. Pada kondisi ini pohon sawit mudah terserang jamur ganoderma yang apabia dibiarkan mengakibatkan pohon sawit mati karenanya.

 

BioSugih® sebagai pupuk jika diperlukan dapat disemprotkan pada pelepah daun dan batang kelapa sawit dengan konsentrasi 2 ml/liter air. Penyemprotan biasanya diakukan dengan alat pompa mesin mist blower. Pemberian BioSugih® akan melindungi sawit dari serangan jamur dan bakteri merugikan, serta tikus dan sejenisnya. Pada beberapa kasus, BioSugih® dapat menjadi racun perut alami bagi ulat, sehingga mampu membunuh beberapa jenis ulat.

 

Sebagai proses transisi, pada tanaman sawit disarankan pemupukan majemuk anorganik tetap diberikan dengan pengurangan dosis hingga ³50% atau disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pemberian BioSugih®akan menyeimbangkan unsur biologi, kimia dan fisik (media tanah). Selama ini kebanyakan petani hanya fokus pada unsur kimia saja. Akibatnya setelah sekian lama hasil panen malah merosot dan kondisi biologis tanah pun terganggu. Selamat mencoba.

 

 

* PT.SCS .doc