ARTIKEL
PENUNJANG BioSugih TERNAK
ŠPT SUGIH CIPTA SANTOSA,2004
Penyakit Virus Pada
Ayam
Sumber: TRUBUS no. 201 / Tahun XVII
Berbagai jenis penyakit virus mudah sekali menular, dan banyak diantaranya
sangat ditakuti peternak karena keganasannya. Sampai saat ini belum ditemukan obat yang efektif untukmenyembuhan penyakit yang disebabkan olehnya.
Ayam mudah diternak, tapi sangat rawan terhadap
penyakit. Di antara berbagai
jenis penyakit menular yang banyak mengancam, penyakit menular yang disebabkan oleh virus merupakan jenis penyakit yang paling ditakuti. Virus lebih lembut dari
bakteri, karena jasad renik inibisa tembus dari saringan bakteri. Ia tidak bisa
dilihat dengan mikroskop biasa. Untuk melihatnya secara jelas diperlukan foto
dengan mempergunakan mikroskop elektron.
Penyakit virus mudah sekali menular. Baik secara kontak langsung
maupun lewat perantara benda-benda lain. Misalnya udara, air minum, makanan,
dan alat-alat peternakan yang tercemar. Di antara berbagai jenis penyakit
akibat virus yang sering mrugikan peternakan ayam antara lain adalah tetelo
alias NCD (New Cattle Desease), cacar unggas alias Fowl Pox, leukosis, lumpuh
marek alias marek's disease, gumboro alias infectious bursal disease, salesma
ayam alias infectious laryngotracheitis, dan kini flu burung, dll. Berikut akan
dijelaskan beberapa penyakit yang diakibatkan oleh virus.
1. Tetelo adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Totor furens. Keganasannya
tergantung dari strain atau tipenya. Penyakit ini menyerang alat pernafasan,
susunan dan jaringan syaraf, serta alat-alat reproduksi telur. Yang ganas cepat
sekali menular, dan seringkali menimbulkan kematian secara mendadak.
2. Cacar unggas adalah penyakit bercak-bercak kulit yang disebabkan oleh
virus Borreliota avium. Menyerang rongga mulut, hulu tenggorokan, daerah
sekitar mata, jengger dan pial. Selain secara kontak langsung, penyakit ini
bisa meluar lewat perantaraan nyamuk dan lalat.
3. Leukosis adalah penyakit tumor menular yang bersifat menahun. Penyebabnya
adalah virus leukosis. Gejala dimulai dengan timbulnya pertumbuhan abnormal
pada sel-sel darah putih. Tumor yang menyerang jaringan syaraf akan menimbulkan
kelumpuhan pada leher, sayap dan kaki. Yang menyerang mata akan membuat bentuk
mata tidak normal, rabun atau buta sama sekali. Yang menyerang organ bagian
dalam (hati, ginjal, limpa dan ovarium) akan membuat ayam berjalan tegak
seperti itik, dan penyakitnya disebut big liver disease. Akibatnya hati akan
membengkak 3 sampai 4 kali normal, kotorannya encer, tubuh kurus, jengger dan
pial pucat berkerut.
4. Lumpuh marek adalah penyakit lumpuh yang disebabkan oleh virus herpes. Menyerang
anak ayam berumur 1-5 bulan. Gejalanya ditandai kejang lumpuh dengan kaki satu
ke depan dan kaki lainnya kebelakang. Selain itu juga menimbulkan pembesaran
yang mencolok pada syaraf dan timbulnya tumor pada organ dalam, kulit dan otot.
5. Gumboro
adalah penyakit yang menyerang bursa fabricii (kelenjar bulat terletak di atas
kloaka), penyebabnya adalah virus gumbaro. Anak
ayam umur 1-12 hari yang terkena penyakit ini tidak begitu nampak
tanda-tandanya. Tapi anak ayam umur 3-6 minggu akan menunjukkan gejala yang
khas. Anak ayam tampak lesu, mengantuk, bulu mengkerut, bulu sekitar dubur
kotor, mencret keputih-putihan, dan duduk dengan sikap membungkuk. Suka
mematuki duburnya sendiri, sehingga menimbulkan luka dan pendarahan. Ayam yang
mati bangkainya cepat sekali membusuk.
6. Salesma ayam adalah penyakit yang disebabkan virus avium. Menyerang
saluran pernafasan. Gejalanya sesat nafas, batuk-batuk, mata dan hidung
meradang berair, dan sulit bernafas karena adanya lendir berdarah dalam rongga
mulut. Bila benafas kepala ditegakkan, dan waktu mengeluarkan nafas kepala
ditundukkan dengan mata terpejam. Penyakit ini bersifat akut.
Obat yang efektif untuk menyembuhkan penyakit virus sampai saat ini belum
ada. Tapi pengobatan dengan antibiotika atau kombinasi dengan obat-obatan lain
tetap diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi dengan penyakit yang
lain. Dan karena tak adanya obat yang mampu menyembuhkan penyakit virus,
alangkah bijaksananya sebelum penyakit berbahaya ini terjadi, peternak
melakukan tindak pencegahan. Caranya antara lain adalah melakukan tata laksana
pemeliharaan yang baik, melaksanakan vaksinasi pada saat yang tepat, dan
hindarkan terjadinya stress pada ternak.